INKRACHT.COM – Praktisi Hukum Jambi, Ibnu Kholdun mengancam bakal menggugat DPRD Kota Jambi. Pernyataan ini menyusul 40 orang anggota dewan kota dan sembilan orang pendamping yang masuk kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan), setibanya mereka Kunker dari Kota Palembang (Sumsel), Rabu 25 Maret.
Status ODP bagi ke-40 anggota dewan kota dan sembilan pendamping tersebut setelah pengecekan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Jambi dan dibenarkan oleh Kadisnya dr. Ida Yuliati.
“Jika pada prosesnya dan perkembangannya nanti terdapat satu orang saja dari mereka yang positif Covid-19, saya selaku praktisi hukum akan langsung melayangkan gugatan. Sebab perbuatan mereka telah merugikan masyarakat Kota Jambi khususnya, yang dikhawatirkan membawa bahkan menularkan virus corona,”tegas Ibnu Kholdun, Kamis 26 Maret.
Ibnu Kholdun yang juga Ketua YLKI Jambi ini mengatakan, pada situasi siaga Covid-19 ini masyarakat panik, namun wakil rakyat kita di Kota Jambi justru melakukan tindakan yang menambah kepanikan rakyatnya.
“Program Kunkernya bagus, tapi waktunya yang tidak tepat. Apalagi pihak Dewan Palembang tidak mengetahui jadwal Dewan Kota Jambi Kunker kesana,”ujar Ibnu.
Mengutip JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID bahwa Sekwan Kota Jambi Nella mengatakan belum mengetahui hasil selanjutnya
terhadap ke-40 anggota DPRD Kota Jambi pasca dicek kesehatan mereka setibanya mereka di Kota Jambi Rabu lalu.
Diketahui, puluhan anggota dewan ini, yakni 40 anggota DPRD dan sembilan orang pendamping melakukan studi banding ke DPRD Kota Palembang mengenai pansus pembahasan Ranperda pada Minggu, 22 Maret hingga Rabu, 25 Maret kemarin.
Discussion about this post